Thursday, February 25, 2010

Indahnya Kuala Kapuas

Kuala Kapuas adalah salah satu Kabupaten di Propinsi Kalimantan Tengah. Jaraknya dari Banjarmasin (ibu kota Propinsi Kalimantan Selatan) sekitar 1.5 jam perjalanan.
Begitu masuk ke Kuala Kapuas, kita akan disambut oleh Tugu yang terletak di Bundaran Kuala Kapuas. Saya sering dibonceng mas Irfan jalan-jalan melewati tugu tersebut.

Perjalanan sampai ke Kuala kapuas bisa ditempuh melalui 2 jalur, yaitu dengan naik ferri menyebrangi sungai (perjalanan akan lebih singkat), bisa juga melalui darat. Yang bisa naik ferri hanya motor, sepeda atau orang saja, kendaraan roda 4 tidak bisa. Jadi bila kita naik kendaraan roda 4, kita tidak bisa naik ferri dan berjalan agak lebih jauh dan melewati sebuah jembatan yang cukup panjang bernama Jembatan Pulau Petak.

Kuala Kapuas disebut sebagai "Kota Air". Mungkin karena Kuala Kapuas banyak dikelilingi oleh sungai besar. Saya senang sekali melihat jembatan Pulau Petak dan sungai di bawahnya. Mas Irfan juga sering mengajak saya jalan-jalan dengan motornya menyusuri sungai di sepanjang jalan di bawah Jembatan Pulau Petak. Biasanya sabtu sore atau Minggu pagi, mas Irfan membonceng saya menyusuri sungai di bawah Jembatan Pulau Petak. Saya senang sekali melihat keindahan sungai yang panjang dan besar tersebut, dengan pemandangan udara pagi atau sore hari, dengan tiupan angin pagi atau sore hari. Indah sekali.

Pernah juga sih di Malam Minggu mas Irfan mengajak saya meyusuri sungai tersebut dengan motornya. Saat itu suasana gelap dan sangat sepi. Agak takut juga sih saya, bukan takut apa-apa, tapi takut hantu, hehe...sebab suasananya gelap dan sepi. Kemudian kami menyebrang naik ferri. Saat itu malam minggu sekitar jam 9 malam saat kami naik ferri. Saya melihat bintang-bintang di langit, melihat lampu-lampu perumahan dari atas ferri. Rasanya indah sekali. Saya bilang pada mas Irfan di luar negri tidak ada wisata naik ferri menyebrangi sungai seperti ini. Mas Irfan tertawa.

Selain sungai tersebut, biasanya Sabtu sore ataupun Minggu pagi mas irfan mengajak saya main ke suatu tempat namanya KP3, itu suatu tempat di pinggir sungai, disitu sering ada Kapal bersandar, banyak penjual makanan dan minuman di sekitar area tersebut sehingga bisanya banyak orang yang duduk duduk di lantai kayu di atas sungai tersebut sambil makan minum dan menikmati pemandangan sungai. Banyak juga burung elang yang beterbangan dan mencari makan di sungai tersebut. Rasanya indah melihat pemandangan tersebut. Di tempat itu juga ada Guest House, suatu hotel unik model bungallow yang langsung terletak di pinggir sungai.

Selain itu ada juga sebuah restoran terapung di atas sungai tersebut.


Ada lagi tempat di pinggir sungai yang lain, di dekat sebuah Gedung Pertemuan besar di Kuala Kapuas. Gedung Pertemuannya juga cukup unik desainnya seperti foto berikut.

Di suatu Minggu pagi, saya baru bangun tidur, belum mandi, tapi mas Irfan mengajak saya jalan-jalan. Saya dibonceng dengan motornya melihat sungai yang terletak di depan gedung tersebut. Mas Irfan merekam aktivitas saya dengan kameranya. Jadi saya berpura-pura sebagai seorang presenter yang sedang menerangkan tentang tempat-tempat tersebut. Mula-mula saya menerangkan tentang sungai tersebut. Kemudian saya mengintip sebuah kapal yang sedang bersandar disitu. Saya lihat seseorang sedang masak di dalam kapal tersebut. Saya berbicara di depan kamera ,"lihat, orang di dalam kapal ini sedang masak. Masak apa?" Saya mengintip ke bawah, lalu saya berkata lagi di depan kamera ,"masak udang". Mas Irfan tertawa dan ikut mengintip bersama saya ke kapal tersebut. Kemudian mas Irfan mengajak saya ke arah gedung pertemuan. Tadinya saya takut karna ada kayu penghalang di pintu masuk gedung tersebut, tapi mas Irfan mengajak saya masuk menerobos kayu penghalang tersebut. Mas Irfan merekam saya yang berpura-pura menerangkan tentang gedung tersebut. Kami berjalan mengitari gedung tersebut, mas Irfan terus merekam saya. Tiba-tiba kami melihat seorang bapak memperhatikan kami. Saya bilang pada mas Irfan, "mas, tu lihat bapak itu mau mendatangi dan memarahi kita karna kita main-main di gedung ini". Lalu mas Irfan cepat-cepat mengajak saya pergi dari situ dengan motornya. Dasar mas Irfan...
Saya juga sempat berfoto di atas motor mas Irfan di pinggir sungai depan gedung tersebut.


Oya saya tidak bisa naik motor. Naik sepeda juga tidak bisa. Di suatu Minggu pagi mas Irfan mengajari saya naik motor, di dekat sungai dan gedung pertemuan tersebut. Saya berkeliling bolak balik dengan motor mas Irfan, mas Irfan duduk di belakang saya, ikut membantu memegangi setang motor. Saat saya takut dan mau menyerah, mas Irfan bilang ,"ayo sayang...". Saat itu saya terkejut mendengar mas Irfan memanggil saya sayang. Karna mas Irfan jarang menyebut saya dengan panggilan sayang. Hehehe, saya jadi nggak konsentrasi dan menyerah. Mas Irfan tetap mau mengajari saya naik motor tapi saya menolak, sudah ngga konsen, hehe...

Itulah salah satu kenangan indah kami. Sampai di kosan mas Irfan, mas Irfan memutar video hasil rekaman tadi dan kami tertawa-tawa melihatnya:-)

2 comments:

  1. seru juga, aslinya dr mn mba?

    ReplyDelete
  2. Apanya nih yang seru? :-)
    Trims comment-nya :-)
    Saya asli Jawa Tengah, besar di Bandung, kerja di Kalsel...:-)

    ReplyDelete